Sejarah & Info Terbaru Bandara Banyuwangi (BWX)

Sistem transportasi yang memadai sangat penting dalam memajukan perekonomian termasuk mendukung pengembangan pariwisata di suatu daerah. Salah satu moda transportasi vital yaitu transportasi via udara. Oleh karena itu bandara Banyuwangi memainkan peran penting memajukan potensi pariwisata daerah.

Bandar Udara Banyuwangi telah secara resmi beroperasi sejak tahun 2010 silam. Bandara ini melayani penerbangan domestik dan juga penerbangan internasional  ke Kuala Lumpur, Malaysia. Bandar Udara Banyuwangi adalah kebanggaan dari masyarakat Banyuwangi yang ingin agar daerah menjadi lebih maju.

Sejarah Bandara Banyuwangi

Sejarah keberadaan Bandar Udara Internasional Banyuwangi atau Banyuwangi International Airport sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 1990an. Sejarah pengembangannya dapat dibagi ke dalam beberapa tahap sebagai berikut:

1. Tahap Perencanaan Awal

Bandar udara yang dibangun di Kabupaten Banyuwangi ini pada mulanya diinisiasi oleh Bupati Purnomo Sidik. Bupati Purnomo Sidik saat itu berencana untuk membangun bandar udara kabupaten Banyuwangi menggunakan area di Adfeling Sidomukti serta Afdeling Muktisari yang terletak di Kecamatan Glenmore. 

Area ini dulunya dipakai sebagai landasan pacu untuk pesawat capung menyemprotkan pestisida ke persawahan warga. Budget untuk pembangunan sudah disiapkan oleh pemerintah daerah dan pusat saat itu bahkan sebagian material bangunan sudah dikirimkan ke lokasi.

Namun rencana pembangunan bandar udara harus gagal dikarenakan bupati Purnomo Sidik lengser dari jabatan akibat adanya peristiwa kelam Pembantaian Banyuwangi 1998. Rencana pembangunan bandar udara kemudian dilanjutkan oleh bupati Samsul Hadi. 

Pada era bupati Samsul Hadi inilah kemudian dilakukan studi ulang untuk mengetahui kelayakan lokasi. Melalui studi ini ditemukan fakta bahwa ternyata wilayah tersebut tidak layak untuk bandara karena topografi wilayah bergunung-gunung. 

Melalui keputusan menteri tahun 2003 diputuskan untuk memindahkan bandara ke wilayah Desa Blimbingsari.

2. Tahap Pembebasan Lahan (Tahun 2004 – 2008)

Setelah wilayah yang akan dijadikan sebagai cikal bakal bandara ditetapkan, tahap penting berikutnya adalah melakukan pembebasan lahan. Tahapan ini adalah tahap pembangunan yang cukup rumit dan berat bahkan harus memakan waktu hingga bertahun-tahun lamanya. 

Baca Juga :  Panduan Lengkap: Trip ke Banyuwangi dari Jakarta Seru!

Masalah semakin berat ketika ditemukan fakta bahwa ternyata dua orang bupati Banyuwangi terjerat kasus korupsi penggelembungan harga tanah. Total kerugian negara akibat korupsi pejabat daerah ini mencapai angka fantastis yakni lebih dari Rp 40 Miliar. 

Kedua bupati yang terjerat hukum adalah bupati Samsul Hadi dan bupati Ratna Ani Lestari. Pada periode ini bandar udara tetap dibangun secara bertahap menggunakan sumber dana dari APBN.

3. Tahap Evaluasi dan Verifikasi (Tahun 2008 – 2009)

Menteri Perhubungan saat itu yakni Jusman Syafii Djamal dengan didampingi oleh bupati Ratna Ani Lestari melakukan kunjungan singkat ke bandara. Jusman Syafii merasa sangat optimis bahwa keberadaan bandara yang sangat bagus akan meningkatkan aktivitas penerbangan di Banyuwangi. 

Selanjutnya kelayakan Bandar Udara Blimbingsari Banyuwangi diverifikasi dan dievaluasi oleh tim dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara pada tanggal 23 Januari 2009. 

4. Pemanfaatan Bandar Udara 

Bandar Udara Blimbingsari Banyuwangi sudah mulai dipakai untuk lepas landas serta pendaratan pesawat terbang sejak tanggal 21 April 2009 oleh Bali International Flight Academy (BIFA). BIFA saat itu memanfaatkan bandar udara ini untuk latihan bagi para calon pilot. 

Kemudian di tanggal 26 Desember 2010, dilakukan uji kelayakan terbang bandar udara atau proving flight oleh Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara. 

Pengujian ini sangat penting karena masuk ke dalam salah satu persyaratan akhir sebelum keluarnya keputusan resmi penggunaan bandar udara untuk penerbangan komersial. 

Akhirnya tepat di tanggal 29 Desember 2010 Bandar Udara Blimbingsari Banyuwangi resmi dibuka untuk penerbangan komersil oleh maskapai Sky Aviation.  

5. Perubahan Nama 

Dulunya bandara ini dikenal dengan nama Bandar Udara Blimbingsari Banyuwangi. Namun sejak tahun 2017 melalui surat Keputusan Menteri Perhubungan bernomor KP 830 ditetapkan menjadi Bandar Udara Banyuwangi. 

Baca Juga :  Eksplorasi Banyuwangi: Tujuan Wisata Ramah Rombongan & MICE

Di tanggal 22 Desember 2017 pula ditetapkan bahwa pengelolaan bandara akan dialihkan ke Angkasa Pura II. 

Alamat dan Rute Menuju Bandara Internasional Banyuwangi

Bandara Banyuwangi berada di Desa Blimbingsari, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Untuk menuju bandara bisa menggunakan layanan transportasi publik bus Damri dari Terminal Sritanjung (Ketapang) ke bandara atau sebaliknya.

BACA JUGA: Pantai Sukamade: Sejarah, Daya Tarik, Lokasi dan HTM

Fakta Menarik Mengenai Bandara Banyuwangi

Ada beberapa keunikan yang dimiliki oleh Bandar Udara Banyuwangi yang membuatnya sedikit berbeda dari bandara-bandara lainnya di tanah air. Bangunan bandara mengadopsi gaya arsitektur khas suku Osing yang merupakan suku asli dari Banyuwangi.

1. Mendapat Pengakuan dari AKAA 2022

Salah satu fakta menarik dari Bandara Banyuwangi yang diarsiteki oleh arsitek terkenal Indonesia Andra Matin adalah bandara ini masuk ke dalam list 20 bangunan dengan arsitektur terbaik di dunia versi The Aga Khan Award for Achitecture 2022. 

Ada beberapa indikator keunggulan yang menjadikan bandara ini dipilih oleh AKAA yaitu:

– Keunggulan arsitektur kontemporer

– Memiliki kontribusi dalam pengembangan masyarakat

– Social housing

– Melestarikan sejarah

– Desain lanskap serta perbaikan lingkungan

– Pemanfaatan sumber daya lokal

– Konservasi kawasan

– Inovasi pemanfaatan teknologi, dan sebagainya

2. Green Airport Pertama di Indonesia

Bandar Udara Banyuwangi adalah bandara dengan konsep green airport pertama yang ada di Indonesia. Bandara ini tidak menggunakan pendingin udara namun mengandalkan sirkulasi udara alami dari ventilasi serta tata ruangan yang baik. 

3. Bandara Digunakan untuk Pendidikan Penerbangan

Bandara Banyuwangi tidak hanya digunakan untuk kegiatan penerbangan komersial namun juga dipakai untuk kegiatan pendidikan penerbangan. Sejak tahun 2009, BIFA memakai bandar udara di Jawa Timur ini untuk kebutuhan pelatihan penerbangan calon pilot. 

Baca Juga :  Kustomisasi Paket Wisata Banyuwangi: Hemat Budget & Pas Durasi

Selanjutnya sejak tanggal 23 Desember 2013, bandara juga digunakan untuk pelatihan calon pilot dari Loka Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Banyuwangi atau LP3B. Saat ini LP3B diubah menjadi Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbang Banyuwangi (BP3B). 

Bandara di Banyuwangi juga dmanfaatkan oleh Mandiri Utama Flight Academy atau MUFA sebagai tempat pelatihan calon pilot.

4. Ramai oleh Penumpang

Meski awalnya sempat diragukan, namun bandara di Blimbingsari Banyuwangi terbukti ramai dipadati oleh penumpang pesawat. Bahkan tercatat setiap tahunnya terus mengalami kenaikan secara signifikan. 

Kenaikan jumlah penumpang bahkan tercatat mencapai 1700% lebih dalam kurun waktu 2011 sampai 2017. Strategi yang dikembangkan bupati daerah setempat adalah mengembangkan potensi wisata Banyuwangi. Sektor pariwisata yang berkembang menjadikan bandara ini semakin dipadati penumpang. 

5. Mengadopsi Kearifan Lokal

Arsitektur atap bandara di Blimbingsari Banyuwangi ini terinspirasi oleh penutup kepala suku Osing. Tidak hanya atap, namun bandara ini juga memiliki Kiling, yakni kincir angin lokal yang menjadi ciri khas suku Osing dibangun di bagian depan. Bandara Banyuwangi merupakan bandara pertama di tanah air yang mengusung konsep bandara hijau atau green airport. Bahkan bandara ini sudah memperoleh penghargaan sebagai bandara dengan arsitektur terbaik dunia oleh The Aga Khan Award for Architecture (AKAA) 2022.

6. Penerbangan yang Tersedia

Saat ini terdapat 2 penerbangan utama di Bandara Banyuwangi yang diisi oleh maskapai Batik Air dan Citilink. Keduanya sama-sama menyediakan rute penerbangan Jakarta (CGK) – Banyuwangi (BWX) PP. Batik Air tersedia setiap hari sementara Citilink setiap hari sabtu dan senin. Namun jadwal ini juga berubah-ubah sesuai ketersediaan dari masing-masing maskapai.

harga tiket pesawat jakarta banyuwangi
Rating :

Untuk kamu yang mau liburan ke Banyuwangi, Discover menyediakan berbagai paket wisata Banyuwangi. Paket yang tersedia:

Add a Comment

Your email address will not be published.

Kategori Artikel

Hotel

Open Trip Kawah Ijen Banyuwangi

Hemat & Seru: Kelebihan Ikut Open Trip Banyuwangi Murah

MICE Djawatan 2023

Eksplorasi Banyuwangi: Tujuan Wisata Ramah Rombongan & MICE

Kustom Paket Wisata Banyuwangi

Kustomisasi Paket Wisata Banyuwangi: Hemat Budget & Pas Durasi

Spot estetik Girls Trip Banyuwangi

Girls Trip Banyuwangi: Spot Estetik & Kuliner Hits!

Liburan Hemat ke Banyuwangi: Tips & Destinasi Murah

Liburan Hemat ke Banyuwangi: Tips & Destinasi Murah

Panduan Lengkap Wisata Banyuwangi untuk Pemula

Panduan Lengkap Wisata Banyuwangi untuk Pemula (Update 2026)

Baluran

Itinerary Banyuwangi 3 Hari 2 Malam: Efektif dan Anti Ribet

Kalender Banyuwangi Festival Attraction 2026
6 Daya Tarik Villa Solong Banyuwangi, Bisa Menikmati Sunset!

6 Daya Tarik Villa Solong Banyuwangi, Bisa Menikmati Sunset!

7 Hotel Banyuwangi View Pantai, Tawarkan Panorama Indah!

7 Hotel Banyuwangi View Pantai, Tawarkan Panorama Indah!

Kuliner

sale pisang

Oleh-Oleh Khas Banyuwangi: List Populer yang Wajib Dibawa Pulang

Open Trip Kawah Ijen Banyuwangi

Hemat & Seru: Kelebihan Ikut Open Trip Banyuwangi Murah

MICE Djawatan 2023

Eksplorasi Banyuwangi: Tujuan Wisata Ramah Rombongan & MICE

Kustom Paket Wisata Banyuwangi

Kustomisasi Paket Wisata Banyuwangi: Hemat Budget & Pas Durasi

Spot estetik Girls Trip Banyuwangi

Girls Trip Banyuwangi: Spot Estetik & Kuliner Hits!

Artikel Terbaru

Kapan Waktu Terbaik ke Banyuwangi? Cuaca, Musim, & Info!

sale pisang

Oleh-Oleh Khas Banyuwangi: List Populer yang Wajib Dibawa Pulang

Open Trip Kawah Ijen Banyuwangi

Hemat & Seru: Kelebihan Ikut Open Trip Banyuwangi Murah

MICE Djawatan 2023

Eksplorasi Banyuwangi: Tujuan Wisata Ramah Rombongan & MICE

whatsapp icon