Mengapa Taman Nasional Alas Purwo Dijuluki Hutan Mistis? Ini Faktanya

Alas Purwo adalah taman nasional di Banyuwangi yang dikenal akan keindahannya. Namun, di balik itu, ternyata hutan ini juga menyimpan cerita mitos yang terkenal bukan hanya di kalangan masyarakat Banyuwangi, tetapi juga dari luar kota. Lantas, mengapa Taman Nasional Alas Purwo dijuluki hutan mistis?
Sebelum itu, perlu diketahui bahwa taman nasional ini juga disebut sebagai hutan tertua di Pulau Jawa, lho. Nah, jika ingin tahu alasan Taman Nasional Alas Purwo dijuluki hutan mistis, yuk simak artikel berikut!
Mengapa Taman Nasional Alas Purwo Dijuluki Hutan Mistis? Ini Alasannya
Siapa yang belum pernah mendengar seputar Alas Puwo? Yup, hutan di Banyuwangi tersebut termasuk sebagai taman nasional yang keberadaannya dijaga oleh pemerintah lokal.
Dikutip dari situs resmi tnalaspurwo.org, Alas Purwo mempunyai luas sekitar 44.037,30 hektar. Luas tersebut turut menunjukkan jika taman nasional ini menyimpan ekosistem yang kaya sekaligus sebagai penyangga kehidupan makhluk hidup.
Namun, di balik kekayaan alamnya tersebut, mengapa Taman Nasional Alas Purwo dijuluki hutan mistis? Masyarakat setempat menganggap jika Alas Purwo disebut sebagai hutan angker, terlebih banyak yang menyebutkan jika kawasan tersebut termasuk hutan pertama di Jawa.
Mitos masyarakat mengungkapkan jika tersebut menjadi tempat terciptanya dunia yang membuatnya dianggap sakral dan suci oleh sejumlah masyarakat setempat. Bahkan, tak jarang orang datang ke Alas Purwo untuk melakukan ritual spiritual, terlebih saat malam 1 Suro.
Tak hanya itu, banyak pengunjung Taman Nasional Alas Purwo yang mengaku melihat kehadiran makhluk tak kasat mata atau mendengarkan suara-suara aneh selama di dalam hutan. Hal itu menjadi salah satu faktor mengapa kawasan tersebut dijuluki hutan mistis.
Berdasarkan buku bertajuk Taman Nasional Indonesia: Permata Warisan Bangsa karangan Pungky Widiaryanto (2021: 138-139), Alas Purwo ini ditemukan pada masa Kerajaan Mataram dan kependudukan VOC di Indonesia. Hal ini juga menjadi alasan banyaknya situs-situs kuno ditemukan di area Alas Purwo.
Daya Tarik Taman Nasional Alas Purwo
Meskipun terkenal angker, tetapi Taman Nasional Alas Purwo juga mempunyai daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Adapun sejumlah daya tarik Taman Nasional Alas Purwo, yaitu.
1. Kaya Flora dan Fauna
Alas Purwo dikenal sebagai taman nasional yang kaya akan flora dan fauna, mulai dari hutan mangrove, hutan daratan rendah, hutan bambu, hutan tanaman, hingga savana. Bahkan, hutan ini juga menyimpan lebih dari 700 jenis tumbuhan dari tingkat tumbuhan bawah sampai pohon dengan beragam jenis vegetasi.
Di samping flora, fauna daratan yang hidup di Alas Purwo juga beragam, mulai dari kelas Aves, Mamalia, hingga Herpetofauna. Sejumlah jenis faunanya adalah Rusa Timor, Ajag, babi hutan, banteng, kijang, lutung budeng, macan tutul Jawa, monyet ekor panjang, elang laut perut putih, ayam hutan hijau, dan lainnya.
2. Sadengan
Di area Taman Nasional Alas Purwo juga terdapat sadengan atau padang penggembalaan satwa liar, seperti banteng, kijang, rusa, kancil, dan lainnya. Lokasinya terbilang luas dan pengunjung bisa melihat banyak satwa liar di menara pandang.
Tak perlu khawatir, karena tempat tersebut terbilang aman bagi pengunjung dan lokasinya berada di tempat khusus. Pengunjung juga bisa beristirahat di pondok khusus yang lokasinya tak jauh dari menara pandang.
3. Pura Luhur Giri Salaka
Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, di kawasan Taman Nasional Alas Purwo juga terdapat peninggalan kuno, seperti Pura Luhur Giri Salaka. Bangunan tersebut diketahui berupa situs candi bercorak Hindu yang berbentuk pura.
Saat ini, pura tersebut masih digunakan sebagai tempat ibadah sekaligus wisata religi. Biasanya, di candi itu juga rutin diselenggarakan upacara adat Hindu, yakni upacara pager wesi setiap 210 hari sekali maupun ritual lainnya.
4. Pantai
Ada juga pantai yang masih masuk sebagai bagian dari hutan Alas Purwo, seperti Pantai Ngagelan dan Pancur. Pantai Ngagelan termasuk lokasi pendaratan penyu-penyu dari Samudera Hindia untuk bertelur. Di kawasan tersebut juga dibangun Pusat Pengelolaan Penyu Semi Alami (PPSA) yang dapat dikunjungi wisatawan.
Sementara itu, Pantai Pancur menjadi lokasi aliran sungai air tawar sepanjang tahunnya yang membuatnya dinamakan “pancur”. Banyak wisatawan berkunjung untuk melakukan beragam aktivitas, seperti camping, mandi di pancuran air, menikmati pemandangan pantai, dan lainnya.
Baca juga: 5 Daftar Sewa Motor Banyuwangi untuk Keliling Kota, Catat!
Demikian informasi terkait mengapa Taman Nasional Alas Purwo dijuluki hutan mistis dan daya tariknya. Bagi yang hendak berkunjung, wisatawan tak perlu khawatir selama tetap menjaga sopan santun dan tidak merusak ekosistem di kawasannya.
Untuk kamu yang mau liburan ke Banyuwangi, Discover menyediakan berbagai paket wisata Banyuwangi. Paket yang tersedia:
Kategori Artikel
- Air Terjun (14)
- Artikel (26)
- budaya (13)
- Camping (8)
- Gunung (18)
- Homestay (10)
- Hotel (18)
- Hutan (26)
- Kuliner (29)
- Pantai (51)
- Sejarah (21)
- taman nasional (13)
- tips (27)
- Transportasi (22)
- waduk (7)
Hotel
Hemat & Seru: Kelebihan Ikut Open Trip Banyuwangi Murah
Eksplorasi Banyuwangi: Tujuan Wisata Ramah Rombongan & MICE
Kustomisasi Paket Wisata Banyuwangi: Hemat Budget & Pas Durasi
Girls Trip Banyuwangi: Spot Estetik & Kuliner Hits!
Liburan Hemat ke Banyuwangi: Tips & Destinasi Murah
Panduan Lengkap Wisata Banyuwangi untuk Pemula (Update 2026)
Itinerary Banyuwangi 3 Hari 2 Malam: Efektif dan Anti Ribet
Banyuwangi Festival 2026: Jadwal Lengkap Banyuwangi Attraction 2026
6 Daya Tarik Villa Solong Banyuwangi, Bisa Menikmati Sunset!
7 Hotel Banyuwangi View Pantai, Tawarkan Panorama Indah!
Kuliner
Oleh-Oleh Khas Banyuwangi: List Populer yang Wajib Dibawa Pulang
Hemat & Seru: Kelebihan Ikut Open Trip Banyuwangi Murah
Eksplorasi Banyuwangi: Tujuan Wisata Ramah Rombongan & MICE
Kustomisasi Paket Wisata Banyuwangi: Hemat Budget & Pas Durasi
Girls Trip Banyuwangi: Spot Estetik & Kuliner Hits!
Artikel Terbaru