6 Daya Tarik Padang Savana Sadengan Banyuwangi, Yuk Catat!

Banyuwangi adalah kabupaten yang berada di ujung timur dari Jawa Timur dan terkenal akan keindahannya, sehingga banyak destinasi menarik yang patut dikunjungi, seperti Padang Savana Sadengan di Alas Purwo. Daya tarik Padang Savana Sadengan Banyuwangi ada beragam, misalnya menawarkan pemandangan hamparan rumput yang indah.
Tak hanya itu, wisatawan yang berkunjung juga dapat mengamati hewan-hewan yang sedang makan di hamparan rumput. Nah, jika ingin tahu sejumlah daya tarik Savana Sadengan Banyuwangi, yuk simak artikel berikut!
Daya Tarik Padang Savana Sadengan di Banyuwangi
Saat berkunjung ke Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi, rasanya kurang afdal jika tak mampir ke Padang Savana Sadengan. Kawasan tersebut menawarkan pemandangan hamparan rumput luas dan kehidupan beberapa satwa liar.
Untuk lebih jelasnya, berikut ini daya tarik Padang Savana Sadengan di Banyuwangi.
1. Mempunyai Lahan Luas
Salah satu daya tarik dari Savana Sadengan adalah lahannya yang luas. Berdasarkan website geopark-ijen.jatimprov.go.id, luas lahan Sadengan diperkirakan sekitar 84 hektar.
Banyak orang beranggapan jika Sadengan mempunyai pesona yang menyerupai savana di Afrika. Di lahan konservasi yang luas tersebut, wisatawan dapat menikmati pesona alam yang menarik sekaligus menjadi opsi wisata safari.
2. Cocok untuk Wisata Safari
Sadengan adalah padang penggembalaan atau feeding ground yang masih menjadi bagian dari Taman Nasional Alas Purwo. Wisatawan dapat berkunjung ke destinasi ini untuk wisata safari, karena akan menemukan banyak mamalia berukuran besar, seperti babi hutan, rusa, kijang, ajag, hingga banteng.
Satwa lainnyang dapat ditemukan di Savana Sadengan adalah macan tutul, lutung budeng, merak hijau, jalak putih, dan lainnya. Namun sayangnya, beberapa jenis satwa mempunyai populasi yang terus menurun, sehingga perlu dilestarikan.
3. Pesona Flora
Selain satwa, wisatawan juga bisa menemukan berbagai jenis tumbuhan yang hidup di kawasan Sadengan. Sekitar 24,87 hektar lahannya ditumbuhi sejumlah jenis tanaman hijau pakan, seperti merakan dan rumput lamuran.
Tak hanya itu, ada pula jenis-jenis tumbuhan obat, seperti Merremia mammosa, Tavernaemontana macrocarpa, Piper sarmentosum, hingga pule. Ada juga jenis tanaman invasif atau tanaman yang dapat hidup di luar habitat aslinya, seperti ketepeng kecil, L. camara L., Cassia tora, serta kirinyuh.
4. Padang Penggembalaan Semi Alami
Sadengan adalah padang penggembalaan yang proses pembentukannya bermula dari kerusakan hutan. Apabila dilihat dari segi geologi, dataran aluvial pantai yang penyebarannya dibatasi dengan pematang perbukitan batu gamping mendorong terbentuknya padang savana tersebut. Hal itu membuat Sadengan tergolong sebagai padang savana semi alami.
5. Memantau Satwa dari Ketinggian
Bagi wisatawan yang ingin melihat satwa-satwa liar di Padang Savana Sadengan, terdapat tempat khusus yang disediakan oleh pihak pengelola. Sebab, wisatawan tidak diperbolehkan melihat dalam jarak dekat karena terlampau berbahaya dan berisiko bagi satwa.
Ada pos pemantauan khusus berupa gardu pandang yang memungkinkan wisatawan untuk melihat satwa dari ketinggian. Namun, hewan-hewan tersebut tidak akan menampakkan dirinya setiap saat, karena ada waktu-waktu tertentu ketika satwa liar ini muncul untuk makan, seperti saat pagi maupun sore hari.
6. Pemandangan Hijau yang Menyegarkan Mata
Selayaknya padang savana pada umumnya, Sadengan menawarkan pemandangan hijau yang mampu menyegarkan mata. Wisatawan bisa datang untuk melepas penat dan menghilangkan stres akibat rutinitas padat sehari-hari.
Saat musim kemarau, rerumputan akan mengering, sehingga pemandangannya akan tampak eksotis. Di sisi lain, saat musim hujan, rumput, tanaman, dan pepohongan akan menghijau, sehingga menawarkan pemandangan segar.
Waktu Terbaik untuk Berkunjung ke Padang Savana Sadengan
Jika tertarik untuk mengamati pesona Savana Sadengan Banyuwangi, ada waktu terbaik untuk kunjungan wisatawan. Pihak pengelola memberikan batas waktu kunjungan saat pagi dan sore hari, karena satwa liar cenderung akan muncul di jam-jam tersebut.
Saat pagi, wisatawan bisa berkunjung sekitar pukul 06.00 hingga 09.00 WIB. Sementara itu, saat sore hari dapat berkunjung pukul 15.30 hingga 17.00 WIB. Wisatawan juga dapat membawa peralatan, seperti Binokuler untuk mengamati satwa secara lebih jelas.
Baca juga: Mengapa Taman Nasional Alas Purwo Dijuluki Hutan Mistis? Ini Faktanya
Itulah beberapa daya tarik Padang Savana Sadengan Banyuwangi yang menawarkan pesona alam indah. Tempat tersebut bisa menjadi salah satu opsi liburan akhir tahun bagimu, lho!
Untuk kamu yang mau liburan ke Banyuwangi, Discover menyediakan berbagai paket wisata Banyuwangi. Paket yang tersedia:
Kategori Artikel
- Air Terjun (14)
- Artikel (26)
- budaya (13)
- Camping (8)
- Gunung (18)
- Homestay (10)
- Hotel (18)
- Hutan (26)
- Kuliner (29)
- Pantai (51)
- Sejarah (21)
- taman nasional (13)
- tips (27)
- Transportasi (22)
- waduk (7)
Hotel
Hemat & Seru: Kelebihan Ikut Open Trip Banyuwangi Murah
Eksplorasi Banyuwangi: Tujuan Wisata Ramah Rombongan & MICE
Kustomisasi Paket Wisata Banyuwangi: Hemat Budget & Pas Durasi
Girls Trip Banyuwangi: Spot Estetik & Kuliner Hits!
Liburan Hemat ke Banyuwangi: Tips & Destinasi Murah
Panduan Lengkap Wisata Banyuwangi untuk Pemula (Update 2026)
Itinerary Banyuwangi 3 Hari 2 Malam: Efektif dan Anti Ribet
Banyuwangi Festival 2026: Jadwal Lengkap Banyuwangi Attraction 2026
6 Daya Tarik Villa Solong Banyuwangi, Bisa Menikmati Sunset!
7 Hotel Banyuwangi View Pantai, Tawarkan Panorama Indah!
Kuliner
Oleh-Oleh Khas Banyuwangi: List Populer yang Wajib Dibawa Pulang
Hemat & Seru: Kelebihan Ikut Open Trip Banyuwangi Murah
Eksplorasi Banyuwangi: Tujuan Wisata Ramah Rombongan & MICE
Kustomisasi Paket Wisata Banyuwangi: Hemat Budget & Pas Durasi
Girls Trip Banyuwangi: Spot Estetik & Kuliner Hits!
Artikel Terbaru